INFOWAW.COM – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Sidoarjo melanjutkan normalisasi sungai di Jalan Raya Juanda. Pengerukan itu kini beralih ke sisi timur setelah pekan lalu dilakukan di sisi barat.

Koordinator pekerja pengerukan Agus Wibowo mengatakan, pengerukan kali ini lebih sulit dibandingkan pekan lalu. Dalam pengerukan kemarin kedalamannya mencapai 80 cm hingga satu meter. Dibandingkan sisi barat yang hanya berkisar antara 50 hingga 60 cm. “Sekarang lebih dangkal sungainya, jadi ketika diukur batas kedalaman hasil pengerukan ternyata satu meter,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Sabtu (2/3).

Menurut Agus, kondisi itu disebabkan oleh normalisasi yang sudah lama tidak dilakukan. Sehingga kondisi sungai menjadi dangkal, terlebih yang ditutup oleh jembatan yang digunakan sebagai akses jalan. “Kemungkinan 5 tahun tidak dinormalisasi, sekali dikerjakan ternyata sampahnya luar biasa banyak dan menumpuk di gorong-gorong,” terangnya.

Bahkan untuk sampah seperti botol air mineral dapat mencapai 7 truk untuk setiap 5 meter. Sampah-sampah itu menumpuk dibawah gorong-gorong. Sementara itu pembuangan lumpur menggunakan truk dapat mencapai 25 kali dalam sehari.

Akibatnya, kini Agus semakin sulit mendapatkan tempat pembuangan lumpur. Sebab beberapa lokasi yang dulu sempat menjadi lahan pembuangan, kini mulai dipersulit. Bahkan sia harus survey terlebih dahulu beberapa kali.

“Akhirnya kami dekati tukang parkir, satpam dan sebagainya untuk cari tahu lokasi pembuangan. Setalah itu baru kita minta izin,” kata Agus.

Sementara itu, beberapa lokasi pembuangan yang ada, terbilang cukup jauh. Lokasi pembuangan seperti kawasan Benowo Surabaya menurut agus tidak terlalu efektif, sebab terlalu jauh dan truk hanya dapat mengangkut 2 kali dalam sehari. Banyaknya sedimentasi membuat sehari dilakukan 25 kali pembuangan. “Sedangkan biayanya untuk satu truk sehari hampir Rp 400 ribu, itu belum sopirnya,” tambahnya. (far/nis)(sb/jpg/jay/JPR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here