INFOWAW.COM–TUBABA. Pemasangan kabel SUTT 150 Kv dari jalur Kotabumi sampai menggala yang juga melewati wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Pihak Perusahaan PT. Sariksa Putra menargetkan agar pekerjaan tersebut dapat selesai dalam waktu 4 bulan secara keseluruhan, dan mulai memberikan kompensasi dengan warga pemilik lahan.

Hal tersebut diungkapkan Nurdin, selaku perwakilan PT. Sariksa Putra Mandiri, saat memberikan kompensasi terhadap warga terdampak pemasangan jalur SUTT 150 di Balai Tiyuh (Desa) Tirta Kencana Tulangbawang Tengah pada (3/7/2019) pukul 15.28 Wib.

“Hari ini kami menyelesaikan kompensasi kepada warga pemilik tanam tumbuh yang rusak akibat pekerjaan pemasangan kabel SUTT 150 kV di Tirta Kencana, pada titik 146 dan 150.” Kata Nurdin kepada Infowaw.com.

Lanjutnya, ada banyak yang akan diselesaikan, akan tetapi dilakukan bertahap dan berdasarkan kesepakatan antara pihak perusahaan dan warga pemilik lahan. Dari titik 145 sampai 170 kita menyiapkan anggaran sekitar 100 jutaan khusus untuk kerusakan tanam tubuh, terkait masalah kompensasi lahan itu urusan perusahaan PLN.

“Yang sudah diselesaikan kompensasinya baru dua warga di dua titik, yang tercatat ada 14 warga Tubaba dan mungkin masih banyak, karena pekerjaan juga banyak yang belum diselesaikan. Kami juga berharap dukungan semua pihak agar pelaksanaan pekerjaan ini bisa lancar.” Jelasnya.

Terpisah, menurut Ari Tantaka selaku penerima kuasa masyarakat setempat, penyelesaian kompensasi kerusakan tanam tumbuh akan dilakukan oleh pihak perusahaan secara bertahap. Namun jika masih ada warga yang komplain tanamannya rusak saat pekerjaan itu akan diselesaikan kembali.

“Berdasarkan hasil rapat dengan DPRD Tubaba beberapa waktu lalu, PT. PLN telah merespon baik, dan meminta data-data warga yang belum diselesaikan kompensasi lahannya. Jum’at besok (5/7/2019) DPRD Tubaba akan berkunjung ke kantor PT. PLN di Bandar Lampung untuk membahas persoalannya secara detail.” Ungkapnya.

Saat pelaksanaan penyerahan kompensasi kerusakan tanam tumbuh kepada warga, pihaknya sempat ditemui rombongan anggota Intelijen kepolisian dari Polda Lampung, sejumlah 5 orang.

“Tadi saya juga sempat ditemui oleh Anggota dari Polda Lampung, mereka ada 5 orang turun ke Tubaba mendapat informasi bahwa ada upaya penyetopan kegiatan di lapangan oleh masyarakat, mereka sepertinya dari Intel Polda Lampung, mereka mengatakan agar jangan menghambat program pemerintah, tolong di mediasi dan kalau sudah diberikan kompensasi mohon didukung.” Imbuhnya. (Rian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here